Gejala dan Pengobatan Kutil Pada Kelamin

Gejala dan Pengobatan Kutil Pada Kelamin

Wartrol-direct.net – Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Penyakit ini bisa dialami siapa saja yang aktif secara seksual. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini termasuk infeksi menular seksual.

Kutil kelamin berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. Akan tetapi kutil kelamin menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri dan perdarahan saat berhubungan intim. Berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai gejala dan pengobatan kutil pada  kelamin :

Penyebab Kutil Kelamin
Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Penyebaran kutil kelamin terjadi melalui hubungan seksual, baik melalui vagina, maupun secara oral atau anal. Di samping itu, virus juga bisa menular ketika tangan penderita kutil kelamin menyentuh kelamin sendiri, lalu menyentuh kelamin pasangannya.

Penyebaran kutil kelamin juga dapat terjadi, akibat berbagi penggunaan alat bantu seks (sex toys). Pada kasus yang jarang terjadi, kutil kelamin dapat menular ke bayi, dari ibu yang terinfeksi virus. Perlu diketahui, kutil kelamin tidak menular melalui ciuman, atau media tertentu seperti alat makan, handuk, dan toilet duduk.

Diagnosis Kutil Kelamin
Dokter dapat mendiagnosis pasien dengan melihat atau mendengar mengenai gejala yang dialami pasien. Apabila kutil kelamin tidak terlihat, maka dokter dapat meminta pasien menjalani tes seperti:

– Pap smear
– Kolposkopi
– Tes HPV-DNA

Pengobatan Kutil Kelamin
Kutil kelamin tidak perlu diobati jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Bila kutil kelamin menyebabkan gejala dokter dapat mengobatinya dengan obat-obatan yang mengandung asam trikloroasetat. Dokter juga dapat mengobati pasien dengan prosedur bedah seperti:

– Eksisi
– Electrocautery
– Krioterapi
– Bedah laser

Komplikasi Kutil Kelamin
Ada beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh kutil kelamin, antara lain:

– Memicu terjadinya kanker di daerah kemaluan, mulut dan tenggorokan. Salah satu contohnya adalah kanker serviks.
– Gangguan saat kehamilan.
– Bayi yang terlahir dari ibu dengan kutil kelamin berisiko mengalami infeksi kutil di ternggorokan.

Pencegahan Kutil Kelamin
Kutil kelamin dapat dicegah dengan sejumlah cara, seperti:

– Tidak melakukan seks bebas.
– Gunakan kondom setiap berhubungan seks.
– Tidak berbagi alat bantu seks.
– Mendapat imunisasi HPV.

Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Penyakit ini bisa dialami siapa saja yang aktif secara seksual. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini termasuk infeksi menular seksual.

Kutil kelamin berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. Akan tetapi kutil kelamin menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri dan perdarahan saat berhubungan intim.

Penyebab Kutil Kelamin
Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Penyebaran kutil kelamin terjadi melalui hubungan seksual, baik melalui vagina, maupun secara oral atau anal. Di samping itu, virus juga bisa menular ketika tangan penderita kutil kelamin menyentuh kelamin sendiri, lalu menyentuh kelamin pasangannya.

Penyebaran kutil kelamin juga dapat terjadi, akibat berbagi penggunaan alat bantu seks (sex toys). Pada kasus yang jarang terjadi, kutil kelamin dapat menular ke bayi, dari ibu yang terinfeksi virus. Perlu diketahui, kutil kelamin tidak menular melalui ciuman, atau media tertentu seperti alat makan, handuk, dan toilet duduk.

Diagnosis Kutil Kelamin
Dokter dapat mendiagnosis pasien dengan melihat atau mendengar mengenai gejala yang dialami pasien. Apabila kutil kelamin tidak terlihat, maka dokter dapat meminta pasien menjalani tes seperti:

– Pap smear
– Kolposkopi
– Tes HPV-DNA

Baca Juga : Penyakit Kutil dan Cara Mencegah Nya

Pengobatan Kutil Kelamin
Kutil kelamin tidak perlu diobati jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Bila kutil kelamin menyebabkan gejala dokter dapat mengobatinya dengan obat-obatan yang mengandung asam trikloroasetat. Dokter juga dapat mengobati pasien dengan prosedur bedah seperti:

– Eksisi
– Electrocautery
– Krioterapi
– Bedah laser

Komplikasi Kutil Kelamin
Ada beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh kutil kelamin, antara lain:

– Memicu terjadinya kanker di daerah kemaluan, mulut dan tenggorokan. Salah satu contohnya adalah kanker serviks.
– Gangguan saat kehamilan.
– Bayi yang terlahir dari ibu dengan kutil kelamin berisiko mengalami infeksi kutil di ternggorokan.

Pencegahan Kutil Kelamin
Kutil kelamin dapat dicegah dengan sejumlah cara, seperti:

– Tidak melakukan seks bebas.
– Gunakan kondom setiap berhubungan seks.
– Tidak berbagi alat bantu seks.
– Mendapat imunisasi HPV.

Pengobatan Kutil Kelamin
Kutil kelamin tidak perlu diobati bila tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Bahkan pada beberapa kasus, kutil kelamin dapat hilang dengan sendirinya. Namun bila penderita merasa gatal, nyeri atau sensasi terbakar pada kelamin, dokter dapat meresepkan obat dalam bentuk krim/salep, seperti asam trikloroasetat. Obat ini bekerja dengan membakar kutil kelamin, dan bisa digunakan pada kutil di kelamin bagian dalam. Efek samping obat ini meliputi iritasi kulit dan nyeri pada kulit.

Selain menggunakan obat, dokter juga dapat menyarankan prosedur bedah untuk mengobati kutil kelamin. Bedah akan disarankan pada pasien yang tidak respons dengan pemberian obat-obatan di atas, atau pada kutil kelamin berukuran besar. Sejumlah prosedur bedah untuk kutil kelamin meliputi:

– Eksisi. Dalam metode eksisi, kutil akan dipotong dan dibuang menggunakan pisau bedah. Prosedur ini umumnya menimbulkan efek samping berupa nyeri yang timbul setelah bedah.

– Electrocautery. Electrocautery atau bedah listrik adalah metode bedah yang menggunakan listrik untuk membuang jaringan abnormal, termasuk kutil kelamin. Metode ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan setelah operasi, dan mencegah infeksi.

– Krioterapi. Kutil kelamin dapat dihilangkan dengan krioterapi, yaitu prosedur yang menggunakan nitrogen cair dengan suhu minus 195 derajat Celsius. Krioterapi cukup efektif untuk menghilangkan kutil berukuran kecil. Namun bila ukuran kutil kelamin cukup besar, dokter akan menjalankan krioterapi hingga beberapa kali. Pada umumnya, 50-60 persen kutil hilang setelah 3-4 kali krioterapi.

Meskipun dapat menghilangkan kutil, krioterapi tidak menjamin kutil hilang sepenuhnya. Pada beberapa kasus, kutil kelamin dapat tumbuh kembali.

– Bedah laser. Bedah laser umumnya digunakan untuk mengangkat kutil yang sulit dihilangkan dengan prosedur lain. Dalam prosedur ini, laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah di dalam kutil, sehingga kutil mati dan dapat diangkat. Laser juga digunakan untuk membunuh virus penyebab kutil.

Bedah laser dapat digunakan untuk menghancurkan kutil yang sulit dicapai, misalnya di uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh). Efek samping yang timbul akibat bedah laser bisa berupa terbentuknya jaringan parut di area yang dibedah.

Perlu diingat, jangan merokok selama menjalani pengobatan kutil kelamin. Beberapa penelitian menunjukkan hasil pengobatan yang lebih baik pada penderita yang tidak merokok. Pasien juga disarankan tidak menggunakan losion atau sabun mandi yang mengandung parfum, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, tunda hubungan seks atau kenakan kondom saat berhubungan seks, hingga kutil kelamin hilang.

Komplikasi Kutil Kelamin
Bila tidak ditangani, kutil kelamin dapat tumbuh membesar dan lebih sulit untuk dihilangkan. Di samping itu, risiko menginfeksi pasangan seksual juga akan lebih besar.

Beberapa jenis virus HPV juga berisiko memicu pertumbuhan sel kanker di dalam serviks. Selain kanker serviks, penderita juga dapat terserang kanker vulva, kanker anus, kanker penis, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Komplikasi lain yang dapat terjadi akibat kutil kelamin adalah gangguan dalam masa kehamilan. Kutil kelamin yang membesar bisa membuat penderitanya sulit buang air kecil, serta dapat mengurangi peregangan vagina saat proses bersalin. Bahkan, kutil kelamin pada vagina atau vulva dapat mengalami perdarahan saat melahirkan.

Meskipun jarang terjadi, bayi yang lahir dari ibu dengan kutil kelamin dapat terinfeksi kutil di tenggorokannya. Pada kasus tersebut, operasi harus dilakukan agar sistem pernapasan bayi tidak tersumbat oleh kutil.